*

Pages

Wednesday, 3 April 2019

Witsqa Masak: Tahu Krispi

DISCLAIMER! Witsqa Masak merupakan kumpulan resep yang terhitung berhasil untuk dipraktekkan oleh saya. Sumber resepnya sendiri bisa berasal dari mana saja; youtube, blog, resep turun-temurun, dll. Selamat mencoba!






Bahan-bahan:

  •          Tahu mentah secukupnya
  •          Bumbu Sasa 1 bungkus
  •          Tepung tapioka (Kanji) secukupnya
  •          Air

Langkah-langkah:
1. Potong tahu sesuai selera. Banyaknya yang akan dipotong tergantung pada porsi yang ingin dihidangkan.
2     Siapkan satu wadah berisi bumbu Sasa yang sudah dicairkan. Teksturnya harus kental. (wadah 1)
3.       Siapkan satu wadah lagi berisi tepung kering, terdiri dari bumbu Sasa ditambahkan tepung tapioka. Tepung tapiokanya sedikt saja, ia berfungsi agar menjadi renyah. Jika terlalu banyak bisa menjadi keras. (wadah 2)
4.       Celupkan tahu yang telah dipotong kedalam wadah 1, lalu ke wadah 2.
5.       Goreng dengan api sedang.
6.       Selesai.


Referensi:
Teman (Nur Annisa Fitri)



Catatan:
Jika dirasa tidak mau menggunakan bumbu Sasa karena ingin bebas MSG, dapat disiasati dengan menggantinya dengan tepung terigu ditambahi garam secukupnya, sesuai selera.
Hasil yang saya dapatkan masih kurang renyah, nampaknya karena takaran tepung tapioka yang terlalu sedikit.

Share:

Sunday, 24 February 2019

[Book Review] Awe-Inspiring Me

Judul Buku                :     Awe-Inspiring Me
Penulis                       :     Dewi Nur Aisyah
Penerbit                     :     Penerbit Ikon
Tahun                        :     Desember 2018 (Cetakan kelima)
Jumlah Halaman       :     231 hlm.


Duhai
Ukhti, maukah
kuberitahukan padamu
Bagaimana cara mencintai dengan indah,
Bagaimana menampilkan diri
dalam anggunnya takwa,
Bagaimana mengubah hidup yang tak terarah
jadi luar biasa...
--------

Awe-inspiring berarti sesuatu yang mengagumkan, hingga tanpa terasa kamu berkata, “Woaa...” dengan mata berbinar.

Adapun daftar isi dari buku ini adalah sebagai berikut:
BAB 1 : Muslimah kuper. Masih zaman?
BAB 2 : Menjejak asa menulis rencana
BAB 3 : Mengelola masa muda
BAB 4 : Menghadapi kegagalan
BAB 5 : Mendekat kepada Allah
BAB 6 : Mengelola hati

QUOTES
Jika semua orang kagum padamu, tapi Allah tidak, adakah hal yang kau dapatkan? Jika Allah kagum padamu, tapi semua orang tidak, adakah hal yang hilang? – hlm. 38
Sebagai muslimah, sudah sepantasnya kita menjadikan prestasi sebagai suatu budaya. – hlm. 80
Kata Bilal bin Sa’ad: “Kalau kita tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya kita akan disibukkan dalam keburukan.” – hlm. 89
Perkataan Frank Ocean, “Bekerja keraslah dalam diam, biarkan kesuksesan yang berbicara” – hlm. 110
Itulah niat. Ia yang membedakan apakah sebuah kegiatan atau aktivitas bermakna ibadah atau rutinitas harian saja. – hlm. 112
Kebaikan yang kamu lakukan hari ini akan dilupakan orang keesokan hari. Jadi, mengapa kamu tidak melakukan kebaikan karena Allah yang tak pernah lupa? – hlm. 113
Ummu Salamah – salah satu istri Rasulullah SAW – berkata bahwa belaiau pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Jika menghadapi kegagalan ucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma’jurni fi mushibati wa akhlif li khairan minha (segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)” – hlm. 134
Kamu bisa saja sering gagal. Tapi kamu tidak bisa disebut gagal sampai kamu menyerah. – hlm.142
“Sepertinya tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya memohon pada Tuhan supaya aku tidak menangis jika kalah.” – hlm. 144
“Ya Allah amal shaleh mana yang menciptakan gunungan pahala setinggi itu? Sesungguhnya itu adalah pahala hasil doamu yang tidak aku kabulkan.” – hlm. 147

PERSPEKTIF SAYA
Samar-samar dalam ingatan, mengenai pertama kali saya mengetahui beliau. Kalau tidak salah ingat, saya menemukan postingan berupa brosur di sebuah universitas di London, yang mana salah satu modelnya adalah seorang wanita berwajah Asia yang mengenakan jilbab panjang menjuntai disertai kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya. Senyum manis menghiasi wajahnya.

“Ini orang Indonesia pasti!”, ujar saya dalam hati.

Dan tak salah lagi, beliau memanglah orang Indonesia asli dengan sejuta prestasi yang membuat saya teramat iri. MashaaAllah.

Beliau adalah teh Dewi Nur Aisyah. Ahli epidemiologi dari Indonesia. Menyelesaikan studi S1nya selama 3,5 tahun di Fakultas Kesehatan Msyarakat Universitas Indonesia dengan IPK cumlaude, ia melanjutkan studi S2-nya di Imperial College London dengan beasiswa dari DIKTI. Saat ini telah menyelesaikan S3 di University College London dengan fokus infectious disease informatics dengan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI).

Di awal tahun 2019, saya baru mengetahui (sangat terlambat) bahwa beliau sudah menetaskan banyak karya dalam bentuk buku. Membuat saya semakin penasaran. Walhasil, qadarullah dapat rezeki toko buku online memberikan banyak diskon untuk buku-buku beliau. Saya yang sudah cukup lama mengikuti akun instagram beliau sangat yakin akan kualitas tulisan beliau yang pastinya berbobot. Maka, tanpa berpikir panjang saya membeli ketiga bukunya sekaligus. Hehehe. Jatah beli buku tiga bulan saya gunakan sekaligus.

Awe-inspiring me ini termasuk kedalam buku motivasi islami. Dan memang terkhususkan bagi para ukhti fillah.

Sejujurnya, saya tipe orang yang tidak terlalu suka jika isi dari buku tersebut menggunakan banyak desain. Karena membuat isi semakin sedikit (ndak mau rugi wkwk). Namun, berbeda kali ini. Saya merasa sangat puas dengan buku ini. Desainnya membuat kita tidak bosan untuk membacanya, dan yang uniknya buku ini bernuansa pinky. Buku ini berisi rentetan pengalaman, sirah, dan sains yang diramu dengan sangat apik!

Banyak sekali hal yang bisa saya dapatkan dari teh Dewi ini. Membuat saya ingin tetap terus berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya wanita. Wanita yang mampu menjaga keseimbangan akademik, karir, maupun keluarga. Semoga Allah senantiasa mampukan.

Pokoknya buku ini highly recommended!

Share:

Wednesday, 7 November 2018

Micro-sleeping

Apa sih micro-sleeping itu?

Nah sebelum aku share tentang micro-sleeping, aku ingin cerita tentang kejadian yang aku alami dulu beberapa hari yang lalu.

Demi meningkatkan awareness kita tentang bahayanya micro-sleeping ini.


Sepulang dari mendonorkan darah di PMI kota Bandung saya langsung bergegas pulang. Karna Ayah khawatir (kita janjian sama-sama mau transfusi darah, tapi ayah ditolak soalnya tensi nya lagi tinggi, duh 😓 efek kelelahan mudik ke tasik), saya bakalan lemas setelah donor darah (padahal abis donor darah itu dikasih makanan, yang bener-bener awalnya tuh kerasa agak lemes, eh seudah makan langsung kerasa seger bangetngetnget).

Meluncurlah saya langsung kerumah, lama perjalanannya kira-kira 1.5jam an (dengan menggunakan motor). Mungkin salahnya saya disitu, istirahat saya belum cukup, namun langsung bergegas mengendarai motor untuk pulang kerumah.

Diperjalanan saya merasa bugar. Mata dapat terbuka dengan lebar. Ketika dalam jarak 15menit menuju rumah, tiba-tiba saya merasa mata saya semakin lama mulai menutup secara bertahap. Saya berpikir, “ini mata kenapa yak, kok makin mau nutup terus. Buka eh, bukaaa! Astagfirullah.”

Saya tetap mengendarai motor saya, hingga saya mengedipkan mata karena saya merasa ada serangga yang masuk kearah kerudung / helm saya. Disitu saya benar-benar sangat kaget dan segera menepi.

Saya segera melepas helm dan mencoba mengeluarkan serangga yang rasanya tadi tiba-tiba masuk. Namun.......tidak ada apa-apa.
Saya melepas kacamata saya. Beristigfar.

Ya Allah. Janganlah serangga-serangga terbang ke muka pas lagi nyetir, lirih saya.
Saya pun kembali berkendara. Sampai dirumah. 

Pada saat kejadian tsb sebenarnya saya berpikir bahwa Allah SWT melindungi saya dari menutup mata berangsur-angsur itu dengan menghadirkan serangga. Sehingga saya bisa kembali “fresh”.

Malamnya saya ingin menceritakan kepada orangtua saya. Tapi saya takut. Takut izin berkendara saya dicabut 😅 wkwwkkw.
Akhirnya setelah dirasa momennya pas, saya pun menceritakannya.
Dan akhirnya, ayah pun bilang. Itu adalah micro-sleeping. Dan seharusnya, beliau meminta saya untuk sejenak beristirahat lagi.

Microsleep terjadi karena otak memasuki kondisi istirahat atau tidur saat tubuh masih beraktivitas dalam kondisi terjaga. Hal ini disebabkan otak tidak dapat bertahan diantara rasa lelah dan kondisi terjaga. Meskipun demikian, tidak semua bagian otak tertidur.
Source: hellosehat.com

Sebuah studi menemukan bahwa gejala microsleep diakibatkan berkurangnya aktivitas otak bagian thalamus yang berperan dalam meneruskan respon ke bagian anggota gerak. Thalamus juga berperan dalam mengatur mekanisme tertidur sehingga adanya penurunan aktivitas dapat dengan mudah membuat seseorang tertidur.
Source: hellosehat.com



Segi medisnya mah bisa tanya budok, padok, atau temen scientist lainnya deh hehehe.

Jadi kebayang kan bahayanya micro-sleeping? Bisa menyebabkan kecelakaan, guys. Naudzubillahimindzalik.

Katanya sih faktor-faktor yang membuat kita beresiko mengalami microsleep adalah:
  • Gangguan tidur, spt insomnia
  • Tidur malam kurang dari 6 jam
  • Efek samping pengobatan

Demi menghindarinya apa sih yang bisa kita lakukan:
  • Beristirahat 1-2 jam sekali ketika berkendara
  • Tidur malam yang cukup dan berkualitas

Segitu aja ulasan mengenai microsleep. Semoga gada yang ngalamin ya!
Naudzubillahimindzallik.
Share:

Tuesday, 5 June 2018

Keluarga oleh Hj. Astri Ivo


Kamis / 17 Mei 2018
Hj. Astri Ivo
Selasar Pusda’i

Bismillah....
Penting bagi setiap anak untuk dipersiapkan hal-hal berikut ini oleh kedua orangtuanya:
  1.   Menjadi shaleh/ah
  2.   Parenting skills (anak dididik untuk menjadi orangtua)

Dalam mendidik anak, dikelompokkan menjadi beberapa bagian.
  1.       Usia 0 – 7 tahun     :  bermain
  2.       Usia 7 – 14 tahun   :  adab
  3.       Usia 14 – dst            :  siap menjadi amir

∞∞∞

Dokumentasi Pribadi


50% dari prasangka itu adalah dosa. Seperti yang tercantum didalam Q.S. Al-Hujurat ayat 12
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ ١٢
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Syaitan itu dari jenis jin dan manusia.

∞∞∞

“Surga ada dibawah telapak kaki ibu” merupakan hadits yang dhaif. Hadits shahih yang sesungguhnya adalah, “Surga ada di telapak kaki kedua orangtuamu”.
Yang memperkuat hadits dhaif tersebut karena hadits ini;
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Do’a Ibu kepada anak sama dengan do’a nabi untuk umatnya. Tidak berhijab sama sekali.

∞∞∞
Wassalam....
Share:

Thursday, 31 May 2018

Maqamat Tahsin oleh Imah Seuri


Kamis / 17 Mei 2018
Imah Seuri
Selasar Pusda’i

Bismillah....

Tahsin memiliki arti membaguskan bacaan. Adapun maqamat memiliki arti irama.
Kiat-kiat belajar Tahsin adalah:
  1.        Niat
  2.        Meluangkan waktu, bukan mencari waktu luang
  3.        Istiqamah

Macam-macam maqamat:
Mnemonicnya adalah “BaSo HiJi Ni KaRaos”
Ba        :  Bayati
So        :  Soba
Hi        :  Hijaz
Ji          :  Jiharka
Ni        :  Nihawan
Kha     :  Syikha
Raos   :  Ros

Wassalam...

Share:

Wednesday, 30 May 2018

Syukur oleh Ust. Aam Amiruddin


Ust. Aam Amiruddin
Majelis Percikan Iman
2018

Bismillah..

Q&A
  • Kalau shalat sunnah diperbolehkan sambil memegang mushaf, dengan tujuan memeriksa hafalan kita.
  • Jikalau Imam shalat salah dalam melakukan gerakan shalat, maka:
    • Wanita, memberikan isyarat dengan melakukan tepuk
    • Pria, memberikan isyarat dengan mengucapkan Subhanallah
  • Jikalau Imam shalat salah dalam bacaan maka luruskanlah. Namun, Imam shalat tersebut tetap bersikukuh maka biarkanlah.

Kajian
Jenis-jenis hati:
  1.        Hati yang sehat
  2.        Hati yang sakit
  3.        Hati yang mati

Syukur
Prinsip dalam hidup ada 3:
  1.        Syukur atas nikmat
  2.        Sabar atas musibah
  3.        Memperbaiki diri

Kita harus bersyukur atas:
  1.        Kemampuan berpikir
  2.        Kesehatan
  3.        Menikmati hidayah

Hidayah adalah petunjuk hidup yang terdiri atas Al-Qur’an dan Sunnah. Al-Qur’an dan Sunnah dapat disebut juga sebagai peta kehidupan kita.
Dalam Q.S. Al-An’am ayat 125, berbunyi:
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجٗا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٢٥
Artinya: Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa pada orang-orang yang tidak beriman.
Adapun wilayah syukur kita adalah:
  1. Habluminallah (kepada Allah dengan cara mengamalkan 3 poin yang telah disebutkan sebelumnya)
  2. Habluminannas (kepada sesama manusia, misal orangtua)

Dalam Q.S. AL-Ahqaf (46) ayat 15, berbunyi:
وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٥
Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

Bentuk bakti kepada orangtua adalah dengan mendoakan, mengalah untuk hal yang tidak prinsipil, tidak boleh membentak dan berkata kasar.
Bentuk bakti kepada orangtua yang telah wafat adalah dengan mendoakannya, meneruskan kebiasaan baiknya, mewujudkan cita-cita baiknya, serta melanjutkan silaturahmi dengan sahabat serta teman dari almarhum/almarhumah kedua orangtua kita.

Wassalam.

Share:

Saturday, 26 May 2018

Ramadhan oleh Hj. Fatimah Alvalpo


Kamis / 17 Mei 2018
Hj. Fatimah Alvalpo
Selasar Pusda’i

Bismillah....

“Apabila umatku menyambut bulan Ramadhan dengan penuh rasa gembira, niscaya Allah SWT akan merontokkan dosa-dosanya”
 
Koleksi Pribadi
  1.       Orang yang beriman adalah orang yang mampu menjaga lisannya
  2.       Orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu menahan amarahnya


Pesan Rasulullah ﷺ :
  1.       Menolong orang lain
  2.       Memudahkan orang lain
  3.       Menyayangi orang lain
  4.       Memaafkan orang lain


Wallahu alam.

Share:

Ikhlas oleh KH. Abdullah Gymnastiar


Jum’at / 18 Mei 2018
KH. Abdullah Gymnastiar
Selasar Pusda’i

Bismillah...
Kunci kehidupan yang jangan pernah kita lupakan :
  1.       Jika berbuat baik maka iringi dengan rasa ikhlas
  2.       Jika berbuat dosa maka bertaubat
  3.       Jika diberikan kenikmatan maka bersyukur
  4.       Jika ditimpa musibah maka bersabar
Selasar Pusda'i. Koleksi Pribadi.


IKHLAS
Q.S. Al-Bayyinah : 5
وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلۡقَيِّمَةِ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus [1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Menurut hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasa’i memberitahukan bahwa pada hari kiamat ada orang-orang yang akan mendapat giliran pertama untuk diadili dihadapan Allah Ta’ala.
Yang pertama adalah, rojulun ustusyhida, seorang laki-laki yang berjuang, ikut ke medan perang, ia bertempur kemudian ia wafat, maka ia mendapat kesempatan pertama untuk diadili di hadapan Allah Ta’ala.
Yang kedua dihisab adalah yang belajar agama dan mengajarkannya.
Yang ketiga dihisab adalah orang-orang yang dermawan.
Rahasia agar bisa menjadi ikhlas adalah memutuskan harapan dari makhluk, dan hanya berharap kepada Allah SWT semata.
Adapun latihan ikhlas adalah sebagai berikut.
  • Jangan ingin dilihat orang
  • Jangan selalu ingin diketahui orang
  • Jangan ingin dipuji
  • Jangan ingin dihargai
  • Jangan ingin dibalas budi

Lakukan! Lupakan!

Wallahu alam.

Share:

Monday, 21 May 2018

Maryam el-Moquadassa (France) atau Sayyidah Maryam atau The Blessed Saint Mary

Judul                     : Sayyidah Maryam
Durasi                    : 1 jam per episode
Episode                  : 7 episode
Bahasa                   : Persia
Subtitle                 : Indonesia
 



Pada suatu zaman hiduplah nabi Zakariya AS yang hidup sebagai tukang kayu dan seatap dengan seorang istri yang bernama Elizabeth dan adik ipar, yakni Hanna yang merupakan istri dari Imran.
Saat itu beredar kabar akan lahirnya al-Masih yang akan menjadi keturunan dari Imran. Raja Yerusalem yang saat itu sedang memimpin, Herodes I, merasa sangat ketakutan. Sehingga berhajat untuk membunuh bayi tersebut. Istri Imran, Hanna, bernazar untuk mengirimkan anaknya tersebut ke tempat ibadah.
Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba. Nabi Zakariya AS menyambutnya dengan penuh rasa bahagia. Tak ayal, hal ini pun menjadi buah bibir bagi masyarakat sejagat raya. Karena diyakini bahwa al-Masih akan menjadi penyelamat bagi bangsa Yahudi dari segala perkara pelik yang tengah terjadi.
Namun, yang terjadi sungguhlah mencengangkan. Karena Hanna melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan menentramkan. Ia diberi nama Maryam. Masyarakat merasa tertipu akan ramalan kelahiran al-Masih dan mulai membalikkan badan dari keluarga nabi Zakariya AS. Ramalan mengenai kelahiran al-Masih merupakan hal yang pernah diungkapkan oleh Imran sewaktu masih hidup.
Sang Ibu, Hanna, merasa sedikit kecewa karena tidak memenuhi ramalan tersebut. Namun nabi Zakariya AS menjelaskan bahwa al-Masih akan terlahir dari seorang ibu yang luar biasa. Nabi Zakariya AS yakin bahwa yang terlahir adalah ibu dari Sang Masih.
Para pendeta Yahudi di rumah ibadat menuduh-nuduh nabi Zakariya AS adalah seorang pendusta. Kenabiannya pun mulai diragukan oleh masyarakat sekitar.
Nathan, adalah murid dari nabi Zakariya AS yang mulai meragukan Imran dan ramalannya. Kekhawatiran akan diterima atau tidaknya Maryam di rumah ibadat mulai bermunculan. Hanna ingin memenuhi nazarnya dan membawa bayinya ke Yerusalem, ke tempat ibadat. Sayangnya, pendeta Yerusalem menolaknya. Masyarakat mencacinya. Meskipun begitu, nabi Zakariya AS memberikan kabar gembira bahwasanya nazarnya diterima. Maryam baru dapat dikirimkan kemudian. Nabi Zakariya AS pun mendapatkan wahyu untuk selalu menjaga Maryam dari segala kejahatan syaitan.
Tibalah Maryam pada usia layak untuk menjadi pelayan rumah ibadat. Usia 6 tahun. Keadaan saat itu pula para pendeta semakin haus akan riba dan menghalalkan segala bentuk riba dengan mengatasnamakan agama. Seluruh pendeta berdebat tentang akan hadirnya wanita ke tempat ibadat. Yang tidak bersepakat ini mengadu kepada raja. Hanya saja raja menyepakatinya.
Hari-harinya di rumah ibadat sangatlah berat. Tak ayal para pendeta memberikan tugas yang sangat berat bahkan memberikan hukuman fisik kepada Maryam. Padahal ia baru saja berusia 6 tahun. Hingga suatu hari pertanyaan yang sangat menggores hati ini terlontar dari mulut Maryam,
“Bagaimana bisa orang dewasa saling membenci. Membenciku. Tanpa aku tahu apa salah dan dosaku. Padahal aku sangat menyayangi mereka.”, seraya ingin menangis.
Perpisahan dengan seorang buah hati tidak semudah yang dibayangkan, Hanna sakit berat sepeninggalan Maryam. Kerjaannya hanya melamun saja. Mengingat-ngingat anaknya. Hingga suatu hari saudarinya menyarankan ia untuk menemui Maryam. Pergilah Hanna ke Yerusalem. Namun, dia tidak ingin menampakkan wajahnya didepan adinda tercintanya itu. Ia hanya dapat mendengar suaranya. Tepat setelah mendengar suarnya ia pun bertolak pulang. Berpulang kepada Yang Kuasa.
Maryam dewasa semakin tawadhu’ dan menyayangi Tuhan dan agamanya. Ia selalu mengasihi orang yang membutuhkan. Namun ujian bagi Maryam tidak terhenti sampai disitu. Saudari dari Ibunya, yang mana merupakan istri dari nabi Zakariya AS yang diketahui mandul, terus menerus dicecar akan kekurangannya oleh wanita-wanita Yahudi. Hingga membuatnya sangat tertekan. Hingga datanglah suatu mukjizat, istrinya dapat mengandung lagi. Dan Allah wahyukan untuk memberikannya nama Yahya. Nabi Yahya AS.
Puncak konfliknya adalah nabi Zakariya AS merasa bahwa rumah ibadat tak lagi aman bagi Maryam. Hingga ia pun melarikannya pulang. Namun, Maryam tidak pulang kerumahnya. Karena beberapa saat sebelumnya Maryam mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril bahwasanya al-Masih akan terlahir dari rahimnya. Dan ruh tersebut telah ditiupkan. Sehingga Maryam mengandung meski dalam keadaan suci. Banyak mukjizat yang diterima Maryam. Setelah ia melahirkan al-Masih, Maryam mendapatkan wahyu untuk kembali ke Yerusalem, ke rumah ibadat. Dan Allah meminta Maryam untuk bernazar tidak berbicara, dan biarkan bayinya yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang kufur tersebut.
Kebahagiaan bagi orang-orang yang telah berpaling dari nabi Allah. Kedatangan Maryam dan bayinya dianggap sebagai pertanda kemenangan bagi mereka. Setelah puas mencaci maki, Maryam mempersilahkan pendeta-pendeta tersebut untuk bertanya pada bayinya. Seraya tertawa merendahkan, pendeta Yasacar pun bertanya,
“Wahai bayi, perkenalkanlah dirimu pada kami semua.”
Bayi tersebut pun menjawab pertanyaan pendeta Yasacar. Suaranya membuat orang-orang kufur jatuh tak percaya. Beberapa orang berusaha melarikan diri. Tapi bagi beberapa orang yang masih menyisakan iman di hatinya tetap disana seraya menghormati kedatangan al-Masih.
Selesai.


Image source:
http://www.nurmuhammad.com/pbuh/wp-content/uploads/MaryamIslam1.jpg







Share:

Friday, 18 May 2018

Witsqa Masak: Cah Kangkung


DISCLAIMER! Witsqa Masak merupakan kumpulan resep yang terhitung berhasil untuk dipraktekkan oleh saya. Sumber resepnya sendiri bisa berasal dari mana saja; youtube, blog, resep turun-temurun, dll. Selamat mencoba!

Cah kangkung berlimpah kuah ala Witsqa


Bahan-bahan:
  • ·         Kangkung 3 ikat
  • ·         Bawang merah 6 siung
  • ·         Bawang putih 3 siung
  • ·         Bawang Bombay 1 siung
  • ·         Cabai merah 3 biji
  • ·         Daun bawang 1 tangkai
  • ·         Garam
  • ·         Gula pasir
  • ·         Bubuk merica
  • ·         Air secukupnya


Langkah-langkah:
  1. Siangi kangkung, dan pisahkan antara daun dan tangkai.
  2. Iris bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan cabai merah.
  3. Potong daun bawang agak panjang-panjang.
  4. Panaskan minyak diatas kompor.
  5. Jika sudah panas masukkan irisan bawang merah, bawang putih, bawang bombay lalu aduk.
  6. Setelah warnanya agak kecoklatan, masukkan irisan cabai merah. Oseng sebentar.
  7. Masukkan air sesuai selera. Saya biasanya makan kangkung yang limpah ruah dengan air, maka agak banyak menggunakan airnya.
  8. Masukkan batang kangkung yang telah disiangi. Tunggu beberapa saat.
  9. Masukkan daun bawang dan daun kangkungnya.
  10. Masukkan garam, gula pasir, dan bubuk merica sesuai selera.




Saya sudah tidak terbiasa dengan MSG, maka dari itu saya menghindari penggunaan MSG disetiap masakan yang saya buat sebisa mungkin.
Catatan: jika ingin agak pedas, maka cabai merah yang digunakan jangan dibuang bijinya.


Share:

Search in This Blog

Pesan untuk Penulis

Name

Email *

Message *

Another Blog

Tulisan Terbaru!

Witsqa Masak: Yumurtali Patates

DISCLAIMER!  Witsqa Masak merupakan kumpulan resep yang terhitung berhasil untuk dipraktekkan oleh saya. Sumber resepnya sendiri bisa berasa...