*

Pages

Tuesday, 15 May 2018

Pendaftaran Program Pascasarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB)


Bagi kalian yang berencana untuk mendaftar untuk program pascasarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) bisa menggali informasi secara lengkap dari www.usm.itb.ac.id
Adapun berkas-berkas yang dibutuhkan adalah

Berkas yang diunggah

Terkhusus hasil TOEFL maupun TPA Bappenas dapat diunggah kemudian hari.
Setelah data-data terupload (hasil TOEFL maupun TPA Bappenas dapat disusulkan), kita mendapatkan lembar kendali. Yang merupakan ringkasan atas data-data yang di-upload.
Dilanjutkan dengan menghadapi test tertulis program studi.
Dan setelah itu barulah pengumuman LoA (Letter of Acceptance)

conditional TPA LoA
conditional TPA TOEFL LoA
Sistem DEKTM


Jika test tertulis program studi telah dilewati, semua data telah diunggah, termasuk hasil TOEFL dan TPA Bappenas. Maka kita akan mendapatkan unconditional LoA.

Sistem DEKTM

Unconditional LoA


Share:

Ujian Program Studi di Institut Teknologi Bandung (ITB)


Jika kalian bermaksud untuk mengikuti serangkaian proses test Ujian Saringan Masuk (USM) di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk program pascasarjana, maka saya rasa informasi ini akan cukup bermanfaat. InshaaAllah.
Salah satu syarat untuk dapat lulus seleksi di program pascasarjana ITB adalah melewati ujian akademik. Adapun jadwalnya per fakultas dapat kita temukan disini

 Jadwal Tes Program Studi per fakultas

Jadwal Tes Program Studi Aktuaria

Berdasarkan pengalaman saya, yang mengikuti ujian program studi secara online, saya tidak bisa memberikan berbagai tips dan trick yang cukup berarti. Karena setiap jurusan memiliki kebijakan tersendiri dalam menyelenggarakan seleksi. Ada yang bahkan terdapat test wawancara.

Berikut adalah contoh soal yang saya dapatkan

Contoh soal

Soalnya terkadang sangat mendasar, jadi sangat penting bagi kita untuk belajar dari jauh-jauh hari.

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat.
Semangat buat kita para pejuang mimpi!

Share:

Monday, 14 May 2018

Tarhib Ramadhan oleh Ust. Aam Amiruddin


Majelis Percikan Iman (MPI)
Ust. Aam Amiruddin
06 Mei 2018
Masjid Al-Multazam, Ciganitri
Notulensi

DISCLAIMER: Majelis Percikan Iman (MPI) biasanya diawali dengan tilawah bersama-sama, dilanjutkan dengan menghafal 2 ayat al-qur’an bersama-sama, dilanjutkan dengan Q&A, dengan acara utama yakni kajian yang disampaikan oleh Ust. Aam Amiruddin

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Q&A
Ketika ayah / ibu telah ditinggal meninggal oleh pasangan, kemudian berhajat untuk memiliki pasangan kembali, maka izinkanlah. Kita tidak berhak untuk melarangnya, namun berhak untuk memberikan pandangan.

Blue mosque. Koleksi pribadi.

Topik: Tarhib Ramadhan

Tarhib artinya memberikan semangat.
Adapun beberapa hadits yang perlu diketahui sebelum masuknya bulan Ramadhan adalah:

      1. Dilarang berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
                     
لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082)
Contohnya adalah yang terbiasa puasa daud, maka tak apa untuk berpuasa pada satu atau dua hari sebelum masuknya bulan Ramadhan.

      2. Ramadhan dimulai ketika hilal telah terlihat.

Itulah alasan mengapa pemerintah selalu melakukan sidang isbat. Isbat sendiri memiliki arti menetapkan.

      3. Shaum tidak sah kecuali sebelum subuh sudah berniat.
Dari Ibnu Umar RA dari Hafshoh –istri Nabi SAW-, Nabi SAW bersabda,

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, dan Nasa’i no. 2333)
Shaum wajib tidak boleh dibatalkan, kecuali karena alasan yang syar’i, yakni sakit atau sedang dalam perjalanan. Sedangkab, shaum sunnah boleh dibatalkan meski hanya sekedar untuk menghormati tamu ataupun teman, karena tergiur dengan makanan yang terlihat lezat, dan lain-lain.

Shaum sunnah senin-kamis.
Boleh jika ternyata hanya shaum pada setiap senin saja atau hanya pada tiap kamis saja. Tidak ada keterikatan harus senin dan kamis dilakukan. Islam adalah agama yang mudah.

Shaum sunnah daud.
Tidak harus berselang satu hari, bisa dua hari bahkan tiga hari. Misal, hari Minggu shaum, Selasa tidak shaum maka tidak apa-apa, Rabu shaum, dan seterusnya. Tidak menyulitkan. Karena jika dipersulit, kapan kalian akan memulainya?

      4. Dianjurkan untuk selalu makan sahur sebelum shaum wajib ataupun sunnah.
Nabi SAW memerintahkan demikian karena di dalam sahur terdapat keberkahan. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095
Dalil yang mendukung pernyataan jarak antara sahur dan adzan subuh adalah praktek Nabi SAW dalam makan sahur sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ تَسَحَّرَا ، فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِىُّ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى الصَّلاَةِ فَصَلَّى . قُلْنَا لأَنَسٍ كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِى الصَّلاَةِ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas bin Malik, Nabi Allah SAW dan Zaid bin Tsabit pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi pun berdiri untuk pergi shalat, lalu beliau shalat. Kami pun berkata pada Anas, “Berapa lama jarak antara waktu selesai makan sahur dan waktu pengerjaan shalat?” Beliau menjawab, “Sekitar seseorang membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari no. 1921 dan Muslim no. 1097).
50 ayat secara tartil, tidak lamban. Yakni kurang lebih sekitar setengah jam.
Sedangkan imsak memiliki arti berjaga-jaga.
  
      5. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka.
Hadits no. 658 dari kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar membawakan hadits:

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَحَبُّ عِبَادِي إلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).
Jadi jika kita menyegerakan berbuka maka ada sebuah jaminan bahwa kita akan senantiasa berada didalam kebaikan.
Untuk berbuka disunnahkan dengan kurma atau buah yang tidak tersentuh api (tidak diolah lagi). Misal; pisang, apel.
Sop buah dan kolek maupun jus tentunya tidak termasuk kedalam kriteria ini.

      6. Allah SWT tidak butuh orang yang berpuasa tapi tetap melakukan dosa.

Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Ramadhan kali ini.
Wassalam.


Referensi:



Share:

Sunday, 13 May 2018

TPA Bappenas per 28 April 2018


Tentu kalian sudah tak asing lagi dengan test ini, bukan? Ya. TPA merupakan akronim dari Test Potensial Akademik, TPA Bappenas merupakan parameter untuk mengukur tingkat akademik seseorang dan merupakan standar acuan nasional di Indonesia. TPA Bappenas sesekali diadakan di universitas-universitas Indonesia (detailnya akan saya jelaskan kemudian).
TPA biasanya digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan. Yang paling umum dipakai biasanya masuk CPNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun seleksi masuk Universitas untuk jenjang pascasarjana. Misal, untuk dapat lolos di program Master di Institut Teknologi Bandung (ITB), skor minimal yang harus dicapai secara keseluruhan adalah 475.
Rentang nilai TPA adalah 200 - 800.

Penampakan dari sistem di DEKTM ITB

a.       Harga
Per 18 April 2018 harga yang dicatutkan adalah sebesar Rp. 325.000,-
Jadi jikalau tidak benar-benar mengerjakan soal dengan baik, sangatlah disayangkan.

Harga. Sumber: http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=543

b.     Waktu
Mengenai jadwal pelaksaan lengkap waktu dan tempatnya dapat dilihat melalui laman koperasi Bappenas itu sendiri.
http://koperasi.bappenas.go.id/uuopt/index.php?jadwalviewdetail&tanggal=2018-04

c.      Tips n trick
Jumlah soal yang tersedia adalah 250. Sedangkan waktu yang diberikan hanya kurang lebih 3 jam. Soalnya sendiri terbagi menjadi 3 bagian: verbal; kualitatif; analitik dan spasial.
Yang harus kalian lakukan beberapa minggu sebelum test ini adalah:
1.       Mencari strategi cara mengisi TPA
2.       Membeli bukunya ataupun bahan latihan penunjang lainnya.
3.       Jangan hanya terpaku pada soal-soal yang kamu temukan; misalnya pada soal verbal, hanya sebagian kecilnya saja yang kemudian ditanyakan di soal. Dan untuk kualitatif, jangan hanya berpacu pada contoh soal yang ada, jika di buku terdapat materi mengenai baris dan deret, cobalah lebih perdalam lagi sedikit saja.
4.       Baiknya dimulai semenjak jauh-jauh hari, apalagi verbal.
Nah kalau ini adalah hal yang harus dilakukan ketika hari H:
1.       Kerjakan dulu soal-soal yang kalian anggap mudah
2.       Lewati soal yang kalian tidak yakin bisa dikerjakan
3.       Lewati soal yang kalian benar-benar tidak bisa
4.       Jangan berhenti di satu soal lebih dari 1 menit (jangan penasaran di soal math, biasanya)
5.       Dikarenakan tidak ada sistem pengurangan nilai, maka soal-soal yang masih belum bisa dikerjakan bisa diisi randomly. Tips untuk menjawabnya adalah semua nomor yang masih kosong tersebut hanya diisi dengan satu abjad yang sama. Karena dengan begitu kemungkinan perolehan skor bisa lebih baik.
6.       Pastikan semua jawaban sudah kalian isi dan jangan meninggalkan jawaban kosong.
7.       Ada yang mengatakan: Kerjakan soalnya dari belakang, soal yang dibagian akhir lebih mudah daripada yang di depan. Akan tetapi ingat! Waktu kalian tetap 1 menit di tiap soal.

d.      Hari-H
Pada saat hari H kita biasanya diminta untuk datang 30 menit lebih awal. Tidak boleh terlambat, jika terlambat, tidak diizinkan untuk mengikuti test tersebut. Kira-kira 45 menit sebelum test, kita sudah dipersilahkan untuk dapat memasuki ruangan test.
Hal-hal yang harus dibawa ketika test:
·         Pensil 2B komputer (lebih dari satu)
·         Penghapus (bersih)
·         Penserut (yang tertutup)
·         Air minum
·         Pulpen
Ketika test biasanya kita tidak diperbolehkan untuk menyimpan telepon genggam dalam keadaan menyala dan sekedar izin untuk ke kamar kecil. Maka dari itu, pastikan kedua hal tersebut telah kalian lakukan jauh sebelum memasuki ruangan test.
Teknis ketika hari H adalah sebagai berikut:
±30 menit pertama untuk mengisi data diri dan dibimbing oleh pengawas.
3 jam berikutnya mengerjakan soal. Per bab harus diselesaikan sesuai dengan ketentuan waktu yang berlaku.
Diakhiri dengan mengisi survey dan menuliskan alamat rumah maupun instansi pada amplop.

Menuliskan alamat rumah maupun instansi pada amplop
Amplop

e.      Hasil test
Hasil test dapat dilihat di website universitas 2 hari kerja setelah test.
Sejujurnya saya kurang mengetahui, jika peserta melakukan test di pusat. Namun, saya pernah membaca bahwa kita dapat mengeceknya via telepon 2 hari kerja setelah test.
Untuk hasil test secara fisik itu sendiri biasanya baru akan tiba kira-kira 2 minggu setelah test berlangsung.
Contoh hasil test

Test ini tidak sulit kok! Kuncinya kalian harus rileks saja ketika mengerjakannya. Jangan merasa tertekan. I could do it, so do you!
Share:

Saturday, 12 May 2018

Wanita dan Ramadhan


Kamis, 10 Mei 2018
Wanita dan Ramadhan
Kamus (Kajian Muslimah Online) Ramadhan by PPI Turki
via WhatsApp
Pembicara: Nabila Hayatina
 
Ortaköy Mosque. Koleksi Pribadi.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalammualaikum wr wb.

Menjemput berjuta pahala di bulan Ramadhan, Untukmu Muslimah Berhalangan. Tentu saja bisa. Karena haidh bukanlah halangan atau hambatan, tapi justru tantangan untuk muslimah meraih pahala lebih dibandingkan kaum lelaki. Haidh disiapkan, semata adalah tanda bahwa kita akan melahirkan generasi, haidh juga merupakan momen dimana para wanita sekaligus melatih kondisi batin saat nanti mendidik anak dan menjadi pendidik keluarga. Jadi sebenarnya haidh, adalah medan tarbiyah/pendidikan. Dimana Allah mendidik wanita agar lebih bersabar dan kuat.

Lalu, bagaimana jika muslimah haidh di bulan puasa?
Alhamdulillah, pada awal kita menyadari masa haidh telah datang, dan kita bersabar padahal kita sudah berpuasa dan kita baru menyadari haidh datang, dan kita bersahbar, maka pintu pahala mulai terbuka.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan bagi wanita muslimah haid adalah;
1. Berpuasa
2. Shalat
3. Thawaf di Kabah
4. Itikaf dan berdiam diri di masjid
5. Menyentuh mushaf
6. Membaca Al Quran (ikhtilaf ulama. ada yang membolehkan dan ada yang tidak)
7. Hubungan intim

Haidh, agar masa haidh kita berpahala, agaknya pada masa awalnya kita mestilah memahami bahwa itu adalah kodrat wanita. Ia training dan latihan.

Amalan-amalan yang bisa dilakuakn di bulan puasa:
1. Menyiapkan sahur dan berbuka
2. Menjauhi yg dilarang agama
3. Perbanyak berdoa dan dzikir disiang hari
4. Amar makruf nahi munkar terutama keluarga dan kerabat
5. Ingatkan saudara, teman agar sentiasa melakuakn amalan sunnah (dhuha, Tahajud, tarawih)
6. Sibukkan diri kita dengan menuntut ilmu (tafsir, shirah nabawiyah, hadits dsb)
7. Dzikir malam dan pagi
8. Menghindari Ghibah
9. Hindari hal-hal yang syubhat (TV, infotainment dan sejenisnya)

Memperbanyak doa, istighfar dan shalawat tentu menjadi ladang besar bagi wanita haidh. kenapa? Sudahlah di bulan Ramadhan, pun sedang sakit. Haidh bisa dikatakan bahwa kita sedang sakit, dan rasul mengatakan, doanya orang sakit maqbul insyaAllah.

Wallahualam bishawwab.



Q&A
TERMIN 1
1.      Niat puasa jika lupa dsb.
Jawab:
Bisa. Niat yang sudah terbesit dalam hati dihitung niat. Niat yang harus dan wajib diucapkan niat haji dan Umroh.

2.      Mana yang lebih shahih dalam pendapat membaca Al Quran?
Jawab:
Hadits yang menjelaskan larangan wanita memegang mushaf jelas. Tapi banyak perbedaan ulama.
a. Diantara yang melarang adalah dasar hadits dan dalil Al Quran "Laa Yamasuhu illal muthaharuun" Tidak boleh memegang (al Quran kecuali yang suci)
b. Yang membolehkan, alasannya:
     - Wanita banyak di neraka dan mafsadat qalbu sangat banyak. Jika dekat dengan Al Quran maka maslahat dekat dengannya.
     - Dalam ilmu Hadits dikatakan boleh, jika dalam rangka belajar.
     - Tidak langsung memegang tapi menggunakan kain atau sejenisnya (sarung tangan) atau via gadget.

     Semua pendapat bisa kita pegang dan hormati. Wanita akan lebih banyak melakukan hal tidak berguna, belum lagi kondisi jiwa yang naik turun, maka dekat dengan al Quran kala haid akan membantu mengondisikan jiwa. Tentu dengan menjaga adab saat membaca Al Quran. Tapi jika lingkungan dan keluarga tidak mendukung atau tidak setuju, maka ikutilah dan hormatilah. Karena kita masih bisa membaca dan mendalam al Quran dengan belajar tafsir.

3.      Rukun mandi wajib dan syaratnya
Jawab:
Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Maka, harus mengalirkan air tapi tidak perlu keramas pakai shampo. Cukup menyiramkan air ke atas kepala.

Tentang tilawah Al Quran, boleh keduanya. Tapi tergantung targetan yang dikejar.Yang utama adalah perbanyak membaca Al Quran.

Wallahualam

TERMIN 2
1.      Apakah kita wajib menghentikan sahur saat adzan subuh berkumandang, ataukah kita diperbolehkan makan dan minum sampai muadzin selesai dari adzannya?
Jawab:
Berdasarkan arti dan makna puasa, yaitu menahan diri, menahan hawa nafsu, menjauhkan diri dari makan dan minum dan tidak berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga maghrib. Fajar ditandai dengan masuknya adzan subuh, dam maghrib untuk berbuka ditandai dengan adzan pula. Maka, hendaknya dihentikan.

2.      Saya pernah mendengar begini, kalau mau tahajud setidaknya tidur (benar-benar tidur) walau hanya sebentar. Sementara Ramadhan ini waktu malam sangat sebentar. Kalau tidur kebablasan sahurnya. Apakah mesti tidur untuk tahajud? Atau boleh tahajud langsung?
Jawab:
Menurut para ulama, tahajud artinya menunaikan shalat setelah tidur. Tapi Al Hajjaj RA mengatakan seseorang yang bangun kemudian berdiri shalat hingga subuh maka ia dikatakan sudah tahajud.
Tapi ada juga Qiyamul lail, yang artinya menghidupkan malam. Segala ibadah yang dilakukan dikala malam, kapanpun, dalam bentuk shalat atau membaca al-quran dan dzikir, maka ia disebut Qiyyamul lail.
Kita bisa menghidupkan malam kita dengan qiyyamul lail. Para ulama biasa menghabiskan sempitnya malam dengan berlama shalat dan membaca Al Quran.

3.      Waktu masuk Subuh kalau di Turki ini ada tandanya kah?
Kalau memang ada, mungkin pertanyaan ini bisa dipakai buat puasa di luar Ramadhan. Kan kalau di luar Ramadhan, adzan Subuh biasanya dikumandangkan setengah jam-an dari waktu Subuh. Nah kalau untuk puasa, batas sahur kalau kita lihat di website Diyanet (translate: Kementrian Agama di Turki), dengan waktu di aplikasi shalat misalnya, kadang berbeda, itu gimana? Kita ikut yg mana? *waktu Subuh untuk bulan Ramadhan
Jawab:
Di Turki waktu masuk subuh sesuai dengan waktunya. Yang biasanya waktu imsak (adzan subuh) nya di luar Ramadhan setengah jam setelahnya, kalau ramadhan tidak begitu. Sesuai dengan waktu imsak. Dan langsung adzan.

TERMIN 3
1.      Misal puasa Ramadhan / qadha, misalnya bangun tidur kita langsung makan, minum
Kan azan di Turki ini ganti-ganti terus ya, sebelumnya kita ngira azan seperti hari-hari sebelumnya, misalnya jam 04.15
Bangun tidur kita makan, minum.. Setelah makan ternyata kita lihat waktu menunjukkan pukul 4.15 ternyata hari itu jadwal azannya jam 04.13.. Itu gimana ya, apakah kita meneruskan berpuasa atau dibatalin aja?
Jawab:
Lanjutkan aja. Allah insyaAllah lebih tahu dan mengampuni. Berdasarkan hadits Arbain, bahwa ada tiga hal yang Allah ampuni didalamnya; Salah karena tidak tahu, lupa, dan terpaksa.

2.      Bagaimana jika wanita haid menjadi suci di siang hari bulan ramadhan?Apakah harus langsung menghentikan makan minum dan segala hal pembatal puasa?
Jawab:
Gak perlu. Karena dia tidak berpuasa dari fajar yg artinya syarat dan rukunnya belum terpenuhi.
Hutang puasa / qadha berlaku atas hari itu.

3.      Mandi wajib dulu tetapi tidak sahur atau sahur tetapi mandi wajibnya setelah adzan subuh. lebih baik yg mana ya ka?
Jawab:
Sahur itu sunnah muakkadah. Amat baik mesti hanya dengan segelas air. Baiknya ada asupan sahur sedikit (dalam rangka ibadah sunnah dan bekal energi meski sedikit) kemudian mandi wajib sebelum masuk subuh. Tapi jika amat mepet, maka baiknya dahulukan mandi wajib, dan insyaAllah kita minta sama Allah agar dikuatkan.


Closing Statement
Banyak saudara saudara kita yang telah mendahului kita kematiannya, sedih dan menyesal. Berharap agar bisa dikembalikan ke dunia, hanya untuk bertemu Ramadhan.
Maka, semoga Ramadhan kali ini, jika pun ia Ramadhan terakhir, smoga kelak ia lebih baik dari yang lalu, dengannya kita menjadi taqwa. Kita berharap ia-nya kan membela kita, di akhirat nanti. Jika pun ia bukan Ramadhan terakhir kita, semoga kelak kita menjadi wisudawan terbaik Ramadhan hingga Ramadhan depan bisa lebih baik.



Share:

Thursday, 10 May 2018

Apakah saya sudah siap untuk kembali ke pangkuan-Nya?

Beberapa minggu setelah kepulangan saya ke Indonesia, tiba akhirnya pada sebuah titik puncaknya dan tak sanggup menahannya. Saya terjatuh sakit. Drop. Saya mengira hanya sakit biasa.
"Ah palingan flu, banyak minum air juga inshaaAllah cukup", ujar saya.

Karena Alhamdulillah dalam record sakit saya, jikalau saya sakit saya jarang untuk langsung mendatangi dokter ataupun meminum obat. Mencoba menyelesaikan dengan yang alami-alami saja. Meminum madu dan susu.

Namun, kali itu berbeda. 2 minggu lamanya kondisi tubuh saya naik turun. Akhirnya saya terpaksa untuk mencoba meminum obat warung. Waktu itu obat batuk. Mungkin dikarenakan efek samping dari obat batuk, saya merasa napas menjadi pendek dan engap. Sangat sulit bagi saya untuk bernapas.

Puncak-puncaknya adalah pada suatu malam, saya merasa demam, namun untuk menarik selimut saya tak mau, karena merasa sangat gerah. Napas sesak, napas semakin pendek dan seperti mengeluarkan gerungan kecil. Lalu, saya menatap langit-langit kamar di kegelapan malam seraya merenungkan,
"Ya Allah, jangan dulu ambil nyawaku sekarang. Aku belum siap. Aku sangat belum siap", berbisik sambil tak terasa meneteslah air mata ini.

Setelah hari itu, saya merenung dan merenungkan apa yang telah terjadi pada saya. Tak ada yang mengetahui perkara usia. Ibadah saya masih sangatlah kurang, saya pun masih banyak salah kepada orang-orang.
Beberapa hari berlalu, Alhamdulillah saya kembali bugar.



Hingga pada suatu hari saya menemukan sebuah video persembahan dari Ust. Hanan Attaki yang intinya menyatakan, "Jikalau shalat subuh berjamaah, maka niscaya jikalau ia diambil nyawanya hari itu, ia akan masuk kedalam surga. Jikalau ia tidak diambil nyawanya hari itu, Allah akan menjaga amalannya dan membuat hari itu penuh dengan keberkahan."
Sayangnya, saya sudah mencarinya kembali namun tidak dapat menemukannya.



Pertama: Menjaga shalat Shubuh dapat jaminan masuk surga
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat Shubuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 574 dan Muslim, no. 635) 


Kedua: Menjaga shalat Shubuh dapat jaminan masuk surgaKetiga: Yang menjaga shalat Shubuh akan mendapatkan jaminan Allah
Dari ‘Umaroh bin Ruwaibah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat Shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat Ashar).” (HR. Muslim, no. 634). 

Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ
Barangsiapa yang shalat Shubuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)


Sumber: http://www.dareliman.or.id/biar-semangat-bangun-shubuh/
Share:

Search in This Blog

Pesan untuk Penulis

Name

Email *

Message *

Another Blog

Tulisan Terbaru!

Witsqa Masak: Yumurtali Patates

DISCLAIMER!  Witsqa Masak merupakan kumpulan resep yang terhitung berhasil untuk dipraktekkan oleh saya. Sumber resepnya sendiri bisa berasa...